JALAN TOL BATAM Rp 2 TRILIUN

(Batam) Meski mulai 2011 Badan Pengusahaan (BP) Batam tak lagi membangun jalan, namun proyek jalur bebas hambatan alias jalan tol Batuampar-Mukakuning-Bandara Hang Nadim yang digagas Otorita Batam (OB) beberapa tahun lalu, tetap akan berlanjut.

Menurut Direktur Perencanaan Teknik BP Batam, Istono proyek jalan tol pertama di Batam tersebut ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU), melalui Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). ‘’BPJT sedang menawarkan proyek ini kepada swasta yang berminat,’’ kata Istono di ruang kerjanya, akhir pekan lalu.

BPJT adalah badan yang berwenang menyelenggarakan jalan tol, meliputi pengaturan, pengusahaan dan pengawasan Badan Usaha Jalan Tol. Badan ini mendorong keterlibatan swasta dan pemerintah daerah dalam percepatan pembangunan infrastruktur tersebut. Untuk itu, BPJT menyusun buku peluang investasi jalan tol di Indonesia dan menyebarkannya ke berbagai daerah dan sejumlah negara.

Jalan tol Batuampar-Mukakuning-Hang Nadim sendiri, merupakan salah satu proyek yang ditawarkan BPJT dalam buku Peluang Investasi Jalan Tol tersebut. Di buku itu tertulis, tender jalan tol Batam digelar 2012. Sedangkan pengerjaan konstruksi dimulai 2013 dan diperkirakan selesai 2015.

‘’Tahun 2016 baru dioperasikan,’’ kata Istono.

Jalan tol yang membelah kawasan Batuampar-Mukakuning-Hang Nadim ini memiliki panjang 25 kilometer dengan empat jalur di dalamnya. Menurut Istono, di setiap persimpangan yang dilewati jalan tol, akan dibangun jalan layang (fly over). ‘’Terutama di Simpang Jam dan Simpang Kabil,’’ ujarnya.

Pembangunan jalur yang menghubungkan pelabuhan-bandara dan kawasan industri di Batam ini, menelan biaya 220 juta dolar AS atau hampir Rp2 triliun.

Istono menegaskan, pembangunan jalan tol merupakan jawaban keperluan prasarana jalan raya Batam di masa mendatang. Apalagi zona pedagangan dan pelabuhan bebas alias FTZ sudah berjalan. ‘’Jumlah kendaraan terus bertambah, sehingga perlu tambahan ruas jalan,’’ tukasnya.

Hasil pra studi kelayakan yang dilakukan BP Batam bersama PT Geo Issec selaku konsultan 2007 lalu menunjukkan, tingkat kepadatan kendaraan di Jalan Jenderal Sudirman misalnya, mencapai 20.000 satuan mobil penumpang (smp) per hari. Sedangkan pertumbuhan kendaraan sekitar 10 persen per tahun. (Sumber: Riau Pos)

Advertisements

One response to “JALAN TOL BATAM Rp 2 TRILIUN

  1. Luar biasa jalon tol sebesar itu, memang sudah waktu nya direncanakan sebelum terjadi kemacetan, sebab pertumbuhan kendaraan begitu pesat,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s